29 Mei 2015#31harimenulis

Laguna Tanya untuk Kakak

kakak-dan-adik

 

“Kak, apakah kau menyayangiku?”

“Bagaimana dengan ayah dan ibu, kakak menyayanginya juga kan?”

“mengapa jarang pulang kak?”

“kakakkan sudah dewasa, kamu juga akan begitu jika sudah dewasa”

“Tapi, kalau sudah menikah, kakak tetap pulang kerumah ibu dan ayah juga kan?”

“kalau kakak besok punya anak, kakak mau mengenalkan aku sebagai pamannya kan?”

“aku juga bisa berkunjung kerumahmu juga kan kak?”

“kak, ayah dan ibu sudah semakin tua, mengapa kakak dan yang lainnya jarang berkunjung?”

“kak, jika tidak sempat berkunjung, mengapa tidak menelepon?”

“tahukah kakak ayah dan ibu, sudah sering merasa kesepian?”

“kak, berhentilah mengirim barang dan uang. Ibu dan ayah hanya butuh kehadiran kakak”

“apakah perjalanan dari tempat kakak menuju rumah ibu dan bapak, lebih rumit daripada mengerjakan                       soal ulangan matematika?”

“apakah bos ditempat kerjamu memarahimu jika pulang kerumah?”

“apakah teman bermainmu sedih jika kamu pulang sebentar kerumah?”

“apakah angkutan di tempatmu sering mogok, sehingga tidak bisa datang kerumah?”

“apakah kau takut hewan peliharaanmu akan kelaparan, jika kakak berkunjung ke rumah?

“kak, aku tidak ingin menjadi orang dewasa. Mereka hanya datang dan pergi semau mereka. Aku juga tidak                   ingin merasakan kesepian seperti yang dirasakan ibu dan bapak. Aku ingin menjadi anak kecil selamanya”

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s